twitter


Setelah sekian minggu rajin window shopping di MP, aku amati hampir semua toko mensyaratkan rekening BCA untuk transfer-mentransfer pembayaran. Beberapa kali aku naksir barang, tapi urung karena mikir ribet mbayarnya: aku tak punya rekening BCA (hare gene...celetuk temen online-ku).

Masalahnya sederhana saja. Gaji ditransfer melalui Lippo (sekarang beralih ke Mandiri). Urusan bayar membayar (listrik, telepon, internet, tv kabel, hp, etc) semua bisa selesai dengan kartu-kartu itu. Jadi kenapa aku harus mempunyai ATM BCA? Apalagi setelah aku amati, ATM (dan teller) BCA lebih banyak antrinya dibanding yang lain. Membuang waktu lebih banyak, maaf maaf saja.

Tapi suatu hari, aku kesengsem berat sama baju imut untuk bayi. Kebetulan, kakakku berikut kru-nya (anak-anaknya yang empat orang itu) ada di rumah. Mengawal empat kurcaci seorang diri, tentu ada yang lewat-lewat. Nah apesnya, Nayu, anak terkecilnya, kehabisan stok baju, karena hanya membawa empat helai saja. Maka aku PM pemilik toko, pesan baju anak.

Ndilalahnya, aku juga harus pergi ke luar kota untuk satu urusan. Pulang-pulang baru ingat belum bayar di baju. Aku tengok lagi balesan PM blio, bayarnya pakai BCA. Huaduh!

Aku ke ATM Mandiri terdekat, untuk siapa tahu bisa transfer antar rekening. Ternyata, BCA tak masuk jaringan ATM bersama. Transfer gagal hari itu. Lalu jadwal tenggat yang mepet membuat aku tidak bisa v\curi-curi waktu untuk antri di BCA.

Baru hari ini kesampaian. Aku di urutan ke-30 dari ular antrian di loket teller yang --mungkin karena saking banyaknya nasabah, jadi senyum tak perlu lagi -- garang. Beruntung ada TV yang tengah menanyangkan berita infotainment. Jadi sambil antri, aku sekali-kalinya mengikuti berita sidang cerai Halimah-Bambang secara utuh. Sampailah aku di depan teller.

"Mau transfer, pak," kataku.

Tanpa senyum atau melihat wajahku, ia menarik kertas setoran dari tanganku. Mengamati angkanya sebentar, lalu dia bertitah, "Sistem kami tidak bisa memproses transaksi di bawah Rp 50 ribu."

"Lho, jadi bagaimana?"

"Ibu transfer Rp 50 ribu saja, atau pakai ATM."

"Tapi saya kan tidak punya rekening BCA?"

Dia diam, tidak memberi solusi apapun. Dan...memanggil nasabah berikutnya.

Sakit hatiiiiiii........Kalau tidak ingat aku sudah mengecewakan pemilik toko di MP itu, aku akan mundur. Batal.

Akhirnya aku menuju ATM di lantai bawah dan ada seorang bapak selesai bertransaksi. Singkat kata, aku minta tolong si bapak untuk mentransferkan ke nomor rekening pemilik MP. Dia sempat curiga sejenak. Tapi akhirnya transfer-mentransfer pun beres. Aku memberikan uang padanya.

Oala........

1 comments:

  1. Wah saya juga pernah nih.. mau transfer 30ribu.. malu sekali saya saat itu.. hahaha

Post a Comment

Komentar Teman: