twitter


Akhir pekan adalah waktu untuk anak-anak. Ini "hukum" yang telah enam tahun ini kami anut dengan patuh. Jadi kalau ada kerjaan di akhir pekan, maka "bedol desa" seisi rumah. Kecuali, benar-benar khusus dan harus berangkat sendiri.

Hari ini, sedianya mau datang ke acara ngumpul teman-teman. Tapi urung. Sorenya, Jose kebagian piket (ronda kali ya....) di kantornya. Artinya, dia akan mengawal kerjaan sampai naskah terakhir naik cetak. Hmmm.

Aku punya beberapa rencana untuk itu:

Plan A ---- Begitu sampai di kantornya, langsung ngajak anak-anak ke Istora nonton pameran buku. Sambil ngintip-ngintip siapa tahu bukuku sudah beredar. Terus jalan ke Plaza Senayan. "Makan sushi!" kakak teriak. Oke, aku mencatatnya di plan A


Plan B ---- sesampai di kantor Jose, tetep ke pameran buku, tapi pulangnya ke halte busway. Nyobain semua rute busway, sambil singgah di tempat-tempat yang "layak singgah" misal: museum gajah. museum uang. kepala gading, mampir ke tempat sahabat lama zaman SMP-SMA yang beberapa rumahnya berserakan di sana.

Plan C ---- Ke tempat sahabat yang belum setahun ditinggal pergi selamanya oleh suaminya. Anak-anaknya dan anak-anakku sudah kayak kakak adik. Bahkan anak keduanya yang baru kelas 3 SD menulis di buku data siswa begini: jumlah saudara kandung: satu, namanya: Mas Alif Jihad Rais. Jumlah saudara tiri: satu, namanya: Fatiha. Huahahaha....sejak kapan almarhum ayahnya nikah siri dengan dirikyu??? (anak-anak kerap...lucu....)

Tapi baik Plan A, B, C gagal kabeh. Tiba-tiba teman twitter-nya datang bertamu dan anakku memutuskan untuk tak jadi pergi. Ayahnya, manyun jaya berangkat sendiri, karena emaknya tentu lebih memilih bersama anak-anak.

Baru setelah teman-teman twitter-nya pulang, dia nyesel: kenapa gak ikut ayah saja ya? Lalu ngajak jalan. Emaknya menggeleng. Kadung PW nyabutin rumput dan berkebun.

Sorenya, bikin rencana baru, Plan D (waks!). Apa itu? Mindahin Pi**a H*t, rumah makan pizza, ke rumah. Kali ini, sukses terselenggara. Anak-anak dan emaknya "menderita" kepuasan. Malam minggu gak harus pergi kan? Di rumah, juga banyak yang bisa dinikmati!

Ini menu utamanya. Bikin sendiri dengan nyontek buku resep tentu saja.



Ini temannya pizza. Kreasi sendiri. Roti gandum dibakar, dioles dressing salad, terus tengahnya ditaruh kulit goreng, baru dilipat. Mau bikin brucetta, tapi rotinya kagak ada soalnya.



Ini spageti std alias standar. Toppingnya saja yang diperkaya dengan jamur dan teman-temannya. Kalau gak dibikin begitu, si kakak susah banget makan sayur....


Ini chef-nya. Parah Quinn, eh Queen Parah. Hahahaha.....






0 comments:

Post a Comment

Komentar Teman: