twitter


 
Gambar: Kepala salmon. Dimasak bersama mi instan, 
rasanya jadi spesial


Menulis dengan gaya berbagi cerita ala satu produk mie instan. Halah...

Ind*m** Ibu...selalu Spesial!
------------------------------------------

"Wow...Ind*m** ibu selalu spesial!" begitu teriak dua anakku, tiap kali menyuapkan sendok terakhir Ind*m** masakanku ke mulut mereka.

Aku, seperti biasanya, terkikik sendiri.

Betapa tidak? Dua anakku tak ada yang suka ikan. Berbagai kiat aku lakukan, tapi masakan ikanku, jangankan dicicipi, dilirik pun tidak.

Padahal kurang apa coba? Aku sudah membuatnya menjadi sup ikan, steak ikan, hingga terakhir nugget ikan. Lempeng bae, mereka...dilirik pun kagak.

Suatu hari, aku teringat kegemaran mereka jika akhir pekan kami tak keluar rumah: ind*m** rebus.

Kali ini, aku bereksperimen. Selain mencemplungkan sayur dan telur seperti biasa, aku tambahkan pula 'misi' utamaku, ikan. Kebetulan di kulkas, ada beberapa potong filet ikan sisa membuat masakan buat suami.

Maka, begitu mie mulai melunak, aku masukkan fillet ikan yang sudah kupotong-potong, disusul sayur dan terakhir telur kocok. Aduk sebentar, angkat. Baru kemudian, masukkan bumbu dan bawang goreng.

Hasilnya, selain kuah menjadi lebih gurih, aroma ikan juga membuat In*m** lebih 'provokatif' untuk segera disantap.

Dan benar saja, mereka kemudian menyantapnya dengan lahap, bahkan hingga tetes kuah terakhir.  Kali lain, aku membuatnya dengan variasi ikan yang berbeda; kadang gurame, kadang tuna atau kakap, dan belakangan lebih sering salmon.

Dan, selalu saja teriakan itu terdengar setelah mangkuk mereka kosong dan isinya ludes disikat: "Ind*m** ibu selalu spesial!"

Itu ceritaku, terserah apa ceritamu...xixixixixi..

0 comments:

Post a Comment

Komentar Teman: