twitter

Showing posts with label bolero crochet. Show all posts
Showing posts with label bolero crochet. Show all posts

Mengulik benang sama seksinya dengan mengulik kain. Suer. Penuh tantangan, dan kerap bikin penasaran. Belakangan, lagi seneng memadu-padankan lagi motif-motif yang berbeda dalam satu baju. Berhasil? Kadang iya, seringkali tidak..he..he..

Yang paling sering bermasalah, saat membuat kerung ketiak. Untuk yang satu ini, tak kunjung ketemu triknya. Tapi kali ini, lumayanlah. Gak jelek-jelek amat kan? Kalau yang berminat polanya, silakan kirim email ya. Nanti saya reply dengan pola dan motifnya.











Bolero Nanas Hijau
IDR 175.000

SMS: 083894533115


Granny square selalu menarik untuk diulik. Akhir pekan ini, jari lentik ini -- ih, ngaku-ngaku...faktanya: sepuluh jari tangan sekarang sudah jadi jempol semua  -- memainkannya untuk bolero pesanan dari seseorang di Pekanbaru. Di Etsy aku memajang yang warna ijo (dan sold out sepekan kemudian), dia minta yang ungu.

Begini hasilnya.

Berapa harganya? IDR 150.000 saja plus free gift tempat ponsel. Untuk pemesanan, SMS 083894533115.



Warnanya maroon, dari benang rayon halus. Karya seorang sahabat, dan saya tak bosan-bosan melihatnya. Percaya atau tidak, ini karya pertama dia bisa merajut. Membuat satu granny, dia 'perang' dengan benang hingga jemarinya melepuh. Granny square pertama dibuatnya di penthouse kantor lama kami, saat rehat siang. Di lantai teratas gedung empat lantai di Jl Buncit Raya yang separo dibiarkan terbuka.  

Granny kedua, dia makin terbiasa. Granny selanjutnya, dia makin terbiasa, dan bahkan menemukan 'teori' agar bunya di tengah bisa timbul. Setahun dia menyelesaikannya, di sela-sela kesibukan yang menumpuk. 

Semalam saya browsing motif crochet, dan menemukan beberapa. Juga, pola yang dibuat untuk baju casualnya. Begini caranya:



Tertantang untuk mencoba? Kabar-kabari kalau sudah jadi ya!


Ini adalah bolero yang saya pajang di toko ini, juga di Etsy. Asalnya, adalah satu stoples granny square yang dibuat secara iseng oleh Mbak Rayem. Dia mengerjakannya sambil menonton sinetron favoritnya di televisi. Tak terasa, satu stoples penuh dia buat.

Dibikin apa ya? Dia mengusulkan vest yang seperti saya buat untuk kakak tempo hari. Again???? No!

Kami kemudian berdiskusi, dan ketemulah ide ini: bolero warna-warni. Sampai di sini, Mbak Rayem menyerah.

Maka, dengan benang sembur, saya rangkai jadi satu. pola belakangnya 30 granny square, depannya, sama, hanya dikurangi untuk bagian ketiak dan depan. Dalam sehari, jadi. Belum juga sepekan, sudah ada yang membeli. Alhamdulillah.

Saya dan Mbak Rayem, sama-sama puas....*blogging sambil nunggu transferan dari sang pembeli*


Dibuat dengan sisa benang merah. Tengahnya dipermanis dengan kancing putih mutiara. Jadilah bros mawar (atau bunga apa ya? :D) tiga susun, pas dipadankan dengan baju retro polka dot :)
Powered by Telkomsel BlackBerry®


Harganya Rp 25 ribu. Beli di Malioboro, Yogyakarta. Bukan soal harga yang jadi masalah, tapi resleting yang sudah rusak di pekan pertama dipakai (Saya rancu: resletingnya yang emang gampang rusak, atau saya sebagai pemilik baru yang terlalu tak beradab membuka-tutup nya>-<...)

Di-pensiundini-kan?Sayang. Paduan warnanya saya suka. Maka sedikit bersusah-payah, resleting saya ganti. Sekalian, menambah aksen di talinya, yang sebelumnya dibuat asal nempel saja. Begini saya mengerjakannya:


Awalnya, begini tampang dia:




Kemudian, saya membuat empat crochet granny square, sesuai jumlah ujung tali yang akan saya sembunyikan di baliknya.





Contekan motifnya ada di sini:



Bila telah siap, jahitkan ke ujung-ujung tali, yang semula hanya asal tempel itu. Sekalian, kuatkan tali dengan tusuk jelujur dengan cara melingkar, biar kuat:
















Begini hasil akhirnya:



Karena saya sedang "rajin", maka ujung resteling saya permanis dengan bunga imut dari crochet sederhana. Jadi begini penampilan baru tas saya. Kenapa dalam judul blog saya ini saya bilang classy? Karena ada teman sekator saya yang lugu (hik...hik...puas ngatainnya...) dan dengan takjub nyolot tapi salah: "Ini pasti beli di Sar*n*h ya?" xixixixixi....










Bolero apa pashmina? Boleh dua-duanya, Kok bisa? Bisa saja. Wong awalnya mau bikin pashmina, eh...malah kependekan. Jadi sisinya disambung saja, sisakan tengahnya untuk badan. Maka jadilah.

Sttt....jujur nih....awalnya sih karena salah milih benang. Terlalu gendut diameternya, jadi pakai hook yang biasa saya pakai (nomor 3/4) hasilnya jadi kaku.  Untunglah, ada hook nomor 10 yang iseng dibeli di Micky Mocko beberapa waktu lalu.